
22 Mei 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Masa ketjil selaloe menarik oentoek dikenang. Dan, salah satoe "alat bantoe" jang bisa memboeat kita mengingat setjara detail adalah barang-barang jang akrab dengan kita di masa itoe, jang di masa kini soedah mendjadi barang djaman doeloe alias barang djadoel.
| mba programs online |
2 komentar:
Dear Mas Dwiyatno. Blog yang menarik, kayak mesin waktu yang bisa mengajak saya bertamasya ke masa lalu. Kayak dolan-dolan ke Triwindu ya ?
Untuk orang seumuran saya :-), tentu hal itu menarik sekali. Seperti seorang jenius periklanan David Ogilvy dalam bukunya Confessions of an Advertising Man (1963), yang secara jujur berucap : Like everyone my age, I talk to much about the past.
Oh ya, terima kasih, untuk kehormatan yang diberikan oleh Mas Dwiyatno dan Harian Solopos untuk saya, sehingga tulisan saya mengenai usul-usil mengenai strategi promosi di dunia maya untuk Solo Batik Carnival (SBC) dapat dimuat di Solopos, 22 Juni 2009. Artikel itu kini juga saya pajang di blog Esai Epistoholica (esaiei.blogspot.com).
Kembali ke blog unikAnda ini. Moga wisata ke masa lalu yang Ada pandu ini makin menarik. Tetapi mengoleksi barang jadul seperti “untu buto” atau “balung gajah”-nya Sangiran, apa berani ? Juga mengoleksi patung-patung dan buku-buku jadoel milik Museum Radyopustoko ? Merampoknya, jangan. Mengoleksi isi dan menceritakan isinya, tentu boleh dan harus. Itulah panggilan kuwajiban kita sebagai blogger, bukan ?
Terus menulis, terus ngeblog ya Mas Dwi. Juga terus gigih menularkannya kepada rekan-rekan jurnalis yang kebetulan belum jadi seorang blogger.
barapa harga steepler nya?
oya, bisa carikan kayu kandang kerbau, ada kolektor yang mau pesan mas?
rahman di solo
Poskan Komentar