05 May 2009

REBANA



Soedah lamaaaaaaa... banget rasanja tidak bersinggoengan dengan mainan jang mengingatkan masa ketjil doeloe. Tiba-tiba, kawan sekantor saja, Hio Ariyanto (jang djoega desainer logo Orang Indonesia alias OI) membawakan saja rebana mainan ini. Rebana jang di waktoe ketjil saja doeloe selaloe mendjadi bagian dari sekian djenis mainan jang didjadjakan pedagang di arena pertoendjoekan wajang koelit.
Bahan-bahannja sederhana. Taboeng rebana berbahan tanah liat jang dibakar ala kadarnja alias tidak matang-matang amat. Kertas semen jang berperan lajaknja koelit pada rebana betoelan, dan pemoekoel jang djoega menggoenakan soeiran bamboe (terkesan) sekenanja jang di oedjoengnja diboental dengan kertas semen djoega.
Biasanja, sesoedah dilapis lem poetih, direkatkan dan diangin-anginkan hingga kering betoel, "koelit" rebana itoe lantas diloekis dengan goresan-goresan jang djoega sederhana poela. bahan pewarnanja menggoenakan teres, djenis pewarna jang semasa sekolah dasar (SD) doeloe djoega sering saja goenakan oentoek memboeat prakarja jang ditoegaskan oleh goeroe PKK ataoe kesenian.

KOENTJI


Out of Stock

30 April 2009

TMC PROJECTOR






275.000 roepiah, beloem ongkir.

28 April 2009

BLIRIK 3 ROEPA


Doeloe, saja pikir motif blirik pada perabotan dapoer itoe hanja ada doea, hidjaoe toea-poetih sama aboe-aboe (keoengoean)-poetih. Sebab hanja doea djenis motif itoe jang saja kenal dari perabotan milik iboe saja. Belakangan, saja makin tahoe bahwa sebetoelnja selain jang doea itoe masih ada lagi, di antaranya biroe-poetih, merah-poetih, hidjaoe moeda-poetih, dan moengkin masih ada lagi jang saja beloem tahoe.
Nah, saat berboeroe beberapa waktoe laloe, saja menemoekan tiga djenis motif di antaranja, sebagaimana jang terpampang pada foto di atas. Jang blirik hidjaoe moeda-poetih itoe adalah lepek alias tjawan dengan diameter 15,5cm, sedangkan doea jang lainnja, jakni jang bermotof blirik hidjaoe toea-poetih dan biroe-poetih, kedoeanja adalah kobokan (begitoe orang Djawa biasa menjeboet tempat tjoetji tangan) jang masing-masing berdiameter 16cm...

27 April 2009

TATAKAN & TOETOEP GELAS



Beberapa waktoe laloe saja pernah mendapatkan tatakan gelas berbahan kaleng model seperti ini, namoen dengan warna jang berbeda. Kini, saja kembali mendapatkan djenis barang jang sama, hanja kali ini boekan sekadar tatakan sadja, melainkan lengkap dengan toetoep pasangannja.
Tatakan berwarna dasar hidjaoe dengan motif boenga ini memiliki diamater loear 9cm dan diameter dalam 7cm, sedangkan toetoepnja berdiameter 8cm. Saja masih ingat, waktoe saja masih ketjil doeloe, di kampoeng, iboe saja djoega menggoenakan tatakan model ini. Makanja, saja merasa beroentoeng benar ketika menemoekan tatakan ini di goedang salah satoe toko perabotan toea di kawasan Pasar Gede...

PEMOTONG FOTO




Di simpang tiga dekat sekolah waktoe saja masih SMP (Sekolah Menengah Pertama) doeloe, ada toekang afdroek foto menggoenakan gerobak, satoe-satoenja jang mangkal di sitoe. Alat ini mengingatkan saja kepada bapak itoe.
Sebab, selesai mentjetak foto jang dipesan pelanggan menggoenakan alat sederhana, jakni lampoe petromaks, lensa ala kadarnja, serta roeang gelap jang menjatoe pada gerobak itoe, dengan alat seperti inilah bapak itoe kemoedian memotong foto-foto jang ditjetaknja. Sesekali, moengkin saat alat pemotong itoe moelai toempoel dan dia beloem sempat mengasahnja, bapak itoe menggoenakan goenting poela.
Sebagaimana ketika tertarik membeli timbangan obat beberapa waktoe laloe. Selain karena mengingatkan saja pada masa SMP itoe, lagi-lagi saja tertarik membeli alat pemotong ini karena kemoengilannja. Pandjang pisaoe pemotongnja soedah termasoek gagang kajoenja sadja hanja 28cm, sementara doedoekannja beroekoeran 17cm x 7cm. Oenik boeat padjangan...

24 April 2009

SEPEDA (OENTOEK) ANAKKOE



Anak saja jang nomor doea dan baroe saja diterima di sekolah dasar (SD) merengek minta dibelikan sepeda. Tidak tahoe kenapa, pada hari jang sama, saja dipertemoekan dengan sepeda ini di kios barang antik milik kawan saja, Wawan, di Pasar Notoharjo, Solo.
Bentoeknja jang oenik dan loetjoelah moela-moela jang menarik hati saja. Roepanja, begitoe djoega sepeda ini di mata anak saja. Makanja, waktoe pertama kali melihat, reaksi pertama dia adalah; terpingkal-pingkal. Loetjoe, katanja. Apalagi setelah mentjoba mengendarainja dan ternjata tidak semoedah jang dibajangkan, makin tergelak-gelaklah dia.
Biasanja, saja beroesaha mempertahankan kondisi apa adanja barang jang saja temoekan. Sebab, kadang memang, saja tertarik pada seboeah barang karena koesamnja, kesan antiknja, karatnja, dan sebagainja. Namoen, tidak oentoek sepeda ini. Karena anak jang hendak pakai, maka saja bawa sepeda ini ke bengkel dan saja minta oentoek ditjat oelang. Dan, seperti jang terlihat pada foto-foto inilah hasil akhirnja...

RADIO TABOENG #3





Sebagai pemoeda jang soeka mengoleksi barang djadoel tapi tjekak modal, saja sangat bersjoekoer karena memiliki banjak kawan jang selain baik hati, djoega moedah djatoeh iba dan terharoe terhadap diri saja (he he he...). Maka, tak perloe heran djika melihat tidak sedikit koleksi jang ada di blog ini meroepakan hibah dari mereka.
Termasoek radio taboeng ini poela. Entah dapat ide dari mana, tiba-tiba, Om Savir, kawan saja jang bekerdja di Indosat-Solo mengoengkapkan rentjananja memberi saja hadiah oelang tahoen beroepa radio taboeng. Dasar saja orangnja tidak sabaran, dikasih tahoe begitoe, boekannja berterima kasih dan bersabar menoenggoe hingga hari oelang tahoen tiba, saja djoestroe ngedjar-ngedjar Om Savir agar sesegera moengkin sadja radio taboeng itoe diberikan, tak perloe menoenggoe momen oelang tahoen.
Oentoengnja Om Savir mahfoem. Sebab, radio taboeng itoe memang kemoedian diberikan tak lama setelah saja meradjoek. Dan, dengan sedikit sentoehan tangan Bobo, kawan saja jang lain jang memiliki keahlian mereparasi radio taboeng (dan djenis benda elektronik lainnja), radio taboeng tiga band ini poen hidoep lagi... Tiba-tiba, saja djadi ingat kalimat khas Pak Heru "Waroeng Djadoel" Maulana (http://herudoang.blogspot.com); memang, kalaoe soedah redjeki tak akan ke mana... he he he...

DJEDJAK PERFILMAN KITA #2


Jang saja ingat waktoe di kampoeng doeloe, setiap ada film baroe dipoetar di bioskop jang jaraknja sekitar toedjoeh (7) kilometer dari kampoeng saja, "orang" bioskop itu berkeliling ke hingga ke kampoeng-kampoeng menggoenakan mobil pick-up jang dilengkapi dengan pengeras soeara mempromosikan film baroe terseboet.
Tak loepa, mereka selaloe poela membawa serta leaflet film jang tengah dalam masa poetar itoe. Selain goena ditempel di pohon, boek/tjakroek, di soedoet-soedoet strategis, sebagian leaflet itoe djoega disebar djika mobil mereka melewati keroemoenan.
Bagi kaoem remadja dan dewasa, leaflet itoe mendjadi referensi sebeloem memoetoeskan nonton ataoe tidak film jang dipromosikan itoe. Sedang bagi anak-anak jang djoega soeka ikoet-ikoetan bereboet, seperti saja waktoe itoe, leaflet itoe seringnja kemoedian kami djadikan bahan mainan, oentoek memboeat perahoe, pesawat, dan aneka mainan lipat lainnja...

DJEDJAK PERFILMAN KITA #1