


Bentoeknja jang oenik dan loetjoelah moela-moela jang menarik hati saja. Roepanja, begitoe djoega sepeda ini di mata anak saja. Makanja, waktoe pertama kali melihat, reaksi pertama dia adalah; terpingkal-pingkal. Loetjoe, katanja. Apalagi setelah mentjoba mengendarainja dan ternjata tidak semoedah jang dibajangkan, makin tergelak-gelaklah dia.
Biasanja, saja beroesaha mempertahankan kondisi apa adanja barang jang saja temoekan. Sebab, kadang memang, saja tertarik pada seboeah barang karena koesamnja, kesan antiknja, karatnja, dan sebagainja. Namoen, tidak oentoek sepeda ini. Karena anak jang hendak pakai, maka saja bawa sepeda ini ke bengkel dan saja minta oentoek ditjat oelang. Dan, seperti jang terlihat pada foto-foto inilah hasil akhirnja...
No comments:
Post a Comment