06 January 2009

BLAOE#2


BLAOE#3


SENDOK BEBEK


Kawan-kawan jang menjimak koleksi serba blek (kaleng/gembreng) jang baroe-baroe ini saja peroleh bertanja setengah mengingatkan; soedah ada sendok bebek beloem? itoe jang warnanja idjo toea, jang terboeat dari kaleng djoega, matjam piring, tjangkir, teko, nampan, dan lain-lainnja itoe?

Saja poen lantas tergerak oentoek mentjari barang jang mereka maksoed. Tak moedah ternjata. Keloearga, sanak-saoedara, di kampoeng jang saja konfirmasi roepanja soedah lama tidak lagi menggoenakan sendok matjam itoe. Kalaoepoen masih ada jang pakai model ini, soedah tergantikan oleh bahan melamin, plastik, dan sematjamnja. Sedjoemlah toko peralatan dapoer di Solo dan sekitarnja jang menoeroet saja tergolong toea (baik oesia toko maoepoen koleksi dagangannja) djoega tidak lagi menjediakan barang itoe.

Beroentoeng, djoestroe pada saat-saat saja soedah berpikir "ah... ja soedahlah", laloe membalikkan arah perdjalanan menoedjoe poelang, tiba-tiba saja tertarik mampir di seboeah toko ketjil di tengah perdjalanan itoe. Pemilik toko itoe bilang "tidak ada". Namoen, roepanja dia mengoetjapkan kata itoe sembari gresek-gresek di etalasenja. Sebab, sekedjap kemoedian, tak lama setelah kata "tidak ada" itoe, tangannja djostroe menjodorkan sendok bebek jang saja tjari. Weleh...

SEMPRITAN MANOEK

Satoe lagi mainan jang biasa didjadjakan di perteoendjoekan wajang koelit (bersama djenis mainan lain matjam wajang kardoes, kodok-kodokan dan tjenthe) saja dapat. Hio, kawan sekerdja saja jang baroe sadja mendapat voucher makan di salah satoe roemah makan di Solo, membawakan saja oleh-oleh sempritan manoek (boeroeng).

Itoe salah satoe djenis soevenir jang disediakan roemah makan terseboet, kata Hio. Dan, saja memang soedah lama mentjari-tjarinja. Saat anak saja minta antar beli wajang karton di Sriwedari, saja sempat tanja sama pendjoel mainan tempat saja beli kodok-kodokan. Namoen, si pendjoeal itoe bilang soedah lama dia tidak poenja dagangan matjam itoe.

Akhirnja, saja pikir; ah..., ja soedah, moengkin bisa tjari pas ada Sekaten nanti. Roepanja, sampai djoega kabar itoe ke Hio, jang akhirnja sampai pada kepoetoesan menghibahkan soevenir jang semoela soedah djadi mainan anaknja itoe. Noewoen Pak Hio...

02 January 2009

TJENTHE


Tjenthe namanja. Dalam Kamoes Djawa-Indonesia tjenthe artinja saron, djenis gamelan. Saron sendiri dalam Kamoes Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai alat moesik gamelan jang beroepa bilah-bilah logam jang diletakkan di atas wadah kajoe berongga, djoemlah bilahnja sebanjak nada pokok tangga nada, antara 6-8.

Namoen, karena ini tjenthe mainan, djoemlah bilah logamnja bolehlah sembilan. Dan, setelah saja tjoba, ternjata nada do memang dimoelai dari bilah kedoea, begitoe seteroesnja sampai do tinggi di bilah kesembilan. Laloe apa goena bilah pertama? Saja sendiri beloem menemoekan djawabannja.

Dolanan ini, sebagaimana kodok-kodokan dan wajang kardoes, di kampoeng saja biasa didjoeal manakala ada jang nanggap wajang koelit ataoe thoprakan. Kebetoelan, Pak Toes, kawan sekerdja jang tinggal di Wonogiri baroe saja memboeat lipoetan tentang dolanan ini. Begitoe tahoe, saja langsoeng berpikir ketimbang mesti menoenggoe ada jang nanggap wajang seperti saat mendapatkan wajang kardoes doeloe, titip saja sama Pak Toes, beres. Eh bener djoega, hari ini nitip, esok hari langsoeng ada barangnja. Noewoen Pak Toes...

01 January 2009

KODOK-KODOKAN


Anak saja jang baroe kelas doea sekolah dasar (SD) dan sedang kedanan sama wajang merengek, ngadjak ke Taman Hiburan Rakjat (TKR) Sriwedari. Minta dibelikan wajang katanja. Tak maoe memboeat anak ketjewa, saja toeroeti sadja kemaoeannja. Eh..., ternjata sampai di Sriwedari boekan tjoema anak saja jang girang karena dapat wajang karton.

Saja jang nemoe mainan kodok-kodokan tak kalah gembiranja. Mainan terbuat dari tanah, kertas semen dan sempritan berbahan bamboe itoe, doeloe, di kampoeng saja banjak didjoeal saat ada jang nanggap wajang, bersama djenis mainan lain, matjam peloeit boeroeng jang djoega terboeat dari tanah, wajang kardoes, katjamata bamboe, dll.

Sempritan bamboe pada kodok-kodokan itoe ditanam di salah satoe oedjoengnja jang dibaloet dengan kertas semen. Karena berbaloet kertas itoelah, maka sisi itoe bisa ditarik mendjaoeh maoepoen mendekat dari ataoe ke bagian kepala katak. Pada proses itoelah oedara masoek dan keloear melaloei loebang sempritan, maka timboel boenji.

WADAH KATJANG#1


Out of Stock
Saja tidak tahoe persis nama barang jang lagi-lagi djoega terboeat dari blek/kaleng ini. Bentoeknja mirip tatakan gelas, tetapi djaoeh lebih tjekung. Pemilik toko tempat saja mendapatkan barang ini bilang, "Itoe djoega salah satu djenis tatakan gelas. Tetapi bisa djoega oentoek tempat sambal, ketjap ataoe saos."

Iboe saja sendiri bilang barang ini wadah katjang djaman doeloe. Tepatnja, ketika kita menjoegoehkan katjang bawang, katjang goreng, ataoe katjang telor dalam toples, wadah inilah jang menjertai toples itoe, agar tamoe tak perloe menggoenakan salah satoe tangannja oentoek menampoeng katjang jang diambilnja dari toples itoe. Akhirnya, ja soedah, saja ikoet kata iboe sadja, saja seboet ini wadah katjang.

Dan seperti tatakan gelas, saja djoega beroentoeng mendapatkan doea oekoeran dengan tiga djenis motif oentoek barang ini, masing-masing diameter 7 tjentimeter dan 8 tjentimeter. Motif ketiganja tak djaoeh-djaoeh dari boenga, ketjoeali warna dasar jang beda, di mana jang oekoeran ketjil berwarna dasar poetih, sedang jang lebih besar poetih toelang.

WADAH KATJANG#2

Out of Stock

TATAKAN GELAS#1

Saja ingat persis, iboe saja pernah pakai tatakan gelas jang djoga terboeat dari blek/kaleng ini. Saja masih di sekolah dasar (SD) waktoe itoe, jadi moengkin tahoen 1980-an. Gelasnja poen kebanjakan masih menggoenakan gelas belimbing itoe.

Dari kawasan Tjojudan, saja mendapat doea matjam tatakan gelas, beda oekoeran, beda motif poela. Satoe jang berdiameter 7,5 tjentimeter dengan warna dasar hitam di lingkar loearnja dan merah pada lingkar dalamnya, satoe lagi berdiameter 9 tjentimeter, di mana warna lingkaran loarnja kombinasi antara hitam dan poetih, sedang warna dasar lingkar dalamnja tjoklat garis-garis, mirip motif tripleks.

Sajangnja, hanja jang oekoeran ketjil jang masih genap seloesin, sementara jang lebih besar lagi tinggal tiga bidji. Meski begitoe, tetap sadja bikin senang hati. Dan jang djelas, tatakan gelas ini djeoga bikin djadi kangen sama teh hangat boetan iboe di kampoeng, meski saja sekarang hampir tidak pernah minum hangat/panas lagi. Semendjak koeliah doeloe sampai sekarang, saja kerandjingan minoem dingin, es teh favorit saja...

TATAKAN GELAS#2


TATAKAN TJANGKIR#1

Liboer sehari mendjelang tahoen baroe kemarin benar-benar membawa keberoentoengan boeat saja. Bagaimana tidak, niat hati mentjari gaboes toetoep gendoel dengan menjisir kawasan Pasar Gede hingga Tjojudan, jang didapat ternjata tidak hanja gaboes, melainkan djoega aneka tatakan berbahan blek ataoe kaleng.

Tatakan tjangkir ini misalnja. Kliwon laloe, saat bloesoekan di Pasa Djambon di dekat kampoeng asal saja, saja melihat mbok-mbok bakoel empon-empon menggoenakan barang ini oentoek menjaroek dagangannja. Saat saja tanja boleh tidak saja nempil, mbok bakoel itoe bilang “waaa... ndjih ampoen, sakniki mboten enten meleh dje barange (waaa... ja djangan, sekarang soedah tidak ada lagi barangnja).”

Roepanja saja berdjodoh dengan barang itoe. Di kawasan Pasar Gede tepatnja, begitoe melihat barang itoe ada di etalase toea, meski soedah aka karat sedikit-sedikit sekalipoen, langsoeng boengkoeoeoeoesss....

Di roemah kebetoelan saja poenja tjangkir blek jang warnanja tak djaoeh beda dengan tatakan itoe. Dan ketika saja tjoba, ternjata pas djoega tatakan berdiameter itoe 12 tjentimeter itoe oentoek seboeah tjangkir berdiameter 7 tjentimeter.

TATAKAN TJANGKIR#2