17 December 2008

PIGOERA

Saja beroentoeng menemukan stoedio foto toea, jang kata pemiliknja, moelai boeka tahun 70-an dan tidak beroperasi lagi sedjak pertengahan dekade 90-an, namoen barang-barang pada masa itoe, pigoera salah satoenja, masih tersimpan rapi di elatase stoedio terseboet.
"Tahoen '95 misoea (soeami) saja jang sedjak tahoen 70-an mendjalankan stoedio ini seda (meninggal). Saja sempat meneroeskan, namoen tak lama, sebab haroes nggendong tiga anak djoega," toetoer iboe pemilik stoedio, ataoe moengkin lebih tepat bekas stoedio, itoe.

Pandangan saja laloe tertoedjoe pada toempoekan pigoera jang soedah njaris tidak terlihat warna aslinya, karena tertoetoep deboe, menoempoek di etalase jang soedah berdeboe-deboe poela. Beberapa saja ambil, tioep-tioep dikit, tampaklah roepa pigoera itoe. Ada beberapa djenis jang kemoedian beroedjoeng pada transaksi, alias saja beli.

Semoeanja berbahan seng, jang dilapis tjat dengan warna-warna jang sederhana. Desainnja poen tidak neka-neka. Tidak seperti kebanjakan pigoera sekarang jang moelai dari bahan, pewarnaan hingga desain soedah disesoeaikan dengan djamannja.

No comments: